Soal Lokasi Kilang Tuban Batal, Pertamina Buka Opsi Reklamasi

By PUBinfo Redaksi 15 Mei 2019, 09:50:27 WIB | dibaca : 19 pembaca

Soal Lokasi Kilang Tuban Batal, Pertamina Buka Opsi Reklamasi

Ilustrasi kilang minyak. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf).

Jakarta - PT Pertamina (Persero) tengah mempertimbangkan untuk melakukan reklamasi lahan dalam rangka pembangunan proyek kilang baru (Grass Root Refinary/GRR) di Tuban, Jawa Timur. Hal itu dilakukan lantaran belum mendapatkan kepastian ketersediaan lahan.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengungkapkan total kebutuhan lahan untuk proyek Kilang Tuban mencapai 800 hektare (ha).Sekitar 400 ha telah tersedia karena berasal dari lahan pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Sementara itu, 400 ha sisanya belum bebas lantaran warga menggugat Gubernur Jawa Timur selaku pemberi izin penetapan lokasi (Penlok) lahan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya.

Dalam perjalanannya, PTUN Surabaya memutuskan pihak tergugat terkait izin penlok kalah. Konsekuensinya, izin penlok dinyatakan batal.
Melihat hal itu, perseroan bersama pemerintah daerah tengah menyiapkan dokumen kasasi untuk dibawa ke Mahkamah Agung. Namun, perseroan membutuhkan alternatif lahan jika upaya kasasi tersebut gagal.

"Jika permasalahan dengan warga ini berlarut-larut kami juga melakukan studi untuk reklamasi sehingga proyek terus berjalan," ujar Nicke saat menghadiri Rapat Denågar Pendapatan dengan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Gedung DPR, Selasa (14/5).

Rencananya, kontrak studi reklamasi lahan bakal diteken pada minggu ke-4 Mei 2019. Adapun lokasi reklamasi belum diungkap Nicke.

Lebih lanjut, perusahaan juga akan mengajukan revisi dokumen pra-Keputusan Akhir Investasi (Final Investment Decision/FID). Revisi tersebut untuk mengakomodasi tambahan biaya pengadaan lahan dan biaya penyusunan Desain Teknis Umum (General Engineering Design) pada minggu ke-3 Mei 2019.

Sebagai informasi, proyek GRR Tuban akan menjadi kilang terintegrasi dengan kompleks petrokimia terbesar milik Pertamina. Kilang ini dibangun oleh Pertamina melalui anak usahanya PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dengan menggandeng perusahaan asal Rusia Rosneft Oil Company dengan membentuk perusahaan patungan PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia.

Nantinya, GRR Tuban akan memproduksi bensin sebesar 80 ribu barel per hari (bph), Solar 99 ribu bpjh, dan Avtur 26 ribu bph. Sedangkan untuk produk baru petrokimia adalah polipropilen 1,3 juta ton per tahun, polietilen 0,65 juta ton per tahun, stirena 0,5 juta ton per tahun dan paraksilen 1,3 juta ton per tahun.

 

Sumber : cnnindonesia.com

View all comments

Write a comment

(Input Kode Di Samping Dengan Benar)