Pertamina Imbau Pemudik Isi Penuh Tangki BBM Sebelum Mudik

By PUBinfo Redaksi 29 Mei 2019, 09:46:03 WIB | dibaca : 94 pembaca

Pertamina Imbau Pemudik Isi Penuh Tangki BBM Sebelum Mudik

Ilustrasi pengisian BBM. (CNN Indonesia/Hesti Rika).

Jakarta - PT Pertamina (Persero) mengimbau pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi mengisi penuh bahan bakar minyak (BBM) sebelum berangkat mudik. Hal itu dilakukan untuk menghindari antrean di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sepanjang perjalanan ketika mudik.

"Rata-rata tanki (mobil) isinya 40 sampai 50 liter. Kalau efisiensi mobil 10 km per liter berarti ketemunya 400 sampai 500 km. Jadi, kalau isi (BBM) di Jakarta, nanti isi lagi di Jawa Tengah. Kalau isi di Jawa Timur nanti isi lagi di Jawa Tengah," ujar Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Mas"ud Khamid di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang Jakarta, Selasa (28/5).

Mas"ud juga menyarankan mobil diisi dengan bahan bakar berkualitas yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Di wilayah Jabodetabek, perseroan memastikan pasokan BBM mencukupi. Pasokan BBM terbesar ke SPBU untuk wilayah Jabotabek berasal dari TBBM Plumpang.

Selama periode arus mudik (H+7 dan H-7) lebaran, rata-rata harian penyaluran TBBM Plumpang untuk konsumen SPBU diperkirakan malah akan turun 11,6 persen dari pada hari normal sebesar 15.361 kiloliter (kl) per hari menjadi 13.572 kl.

Adapun puncak penyaluran diperkirakan terjadi pada H-6 sebesar 20.378 KL akibat penambahan dari peralihan TBBM Cikampek untuk mengantisipasi kebijakan rekayasa satu arah (one way).

Penerimaan BBM di TBBM Plumpang berasal dari TBBM Balongan melalui sarana perpipaan dan melalui dermaga (jetty) yang berada TBBM Tanjung Priok. Kapasitas total tangki TBBM Plumpang mencapai 322.255 KL.

Demi menjaga kenyamanan pemudik, Mas"ud mengungkapkan perseroan menyiapkan 10 SPBU baru di Jalan Tol Trans Jawa. Dengan demikian, rata-rata untuk setiap 20 kilometer (km) ada 1 SPBU.

Secara terpisah, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar memastikan pasokan BBM secara nasional selama periode arus mudik dan arus balik tahun ini aman.

"Insyaallah, kondisi pasokan (BBM) aman dan sudah memperhitungkan lonjakan kenaikan kebutuhan (BBM) selama lebaran tahun ini," jelas Arcandra.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, rata-rata ketahanan stok nasional BBM minimal 21 hari. Rinciannya, ketahanan stok Premium selama 21 hari, Pertalite 21 hari, Pertamax 22 hari, Biosolar 26 hari, Dexlite 27 hari, Dex 35 hari, dan Avtur mencapai 48 hari.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan jalur contra flow untuk mengantisipasi stagnasi mobilitas mobil tanki Pertamina akibat kemacetan lalu lintas dengan bekerja sama dengan aparat kepolisian.

Kemudian, perseroan menyediakan penjualan Pertamax dalam kemasan serta fasilitas pengisian di rest area non SPBU dan menyediakan produk bahan bakar dalam kemasan, yaitu Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex dalam kemasan di SPBU. Keseluruhan posko ini adalah bagian dari Posko Nasional Sektor ESDM.

Selain BBM, Arcandra juga memastikan prognosa stok LPG Nasional untuk periode Hari Raya Idul Fitri 1440 H perkiraan ketahanan stok rata-ratanya 385.026 MT atau untuk 19 hari.

Lebih lanjut, kondisi serupa juga terjadi pada sektor kelistrikan. Pada 5 Juni 2019, daya mampu pembangkit diperkirakan sebesar 38.653,47 MW dan beban puncak sebesar 25.727,32 MW sehingga masih terdapat cadangan operasi sebesar 12.926,15 MW.

Kemudian, pada 6 Juni 2019, daya mampu pembangkit diperkirakan sebesar 45.234,87 MW dan beban puncak sebesar 26.546,81 MW sehingga masih terdapat cadangan operasi sebesar 18.688,06 MW.

 

Sumber : cnnindonesia.com

View all comments

Write a comment

(Input Kode Di Samping Dengan Benar)