Basarnas Evakuasi 36 Korban Banjir di Kendari

By PUBinfo Redaksi 15 Apr 2019, 09:51:52 WIB | dibaca : 23 pembaca

Basarnas Evakuasi 36 Korban Banjir di Kendari

Ilustrasi penyelamatan oleh tim Basarnas (Basarnas via REUTERS)

Jakarta - Tim Basarnas telah mengevakuasi sedikitnya 36 orang korban banjir di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Para korban yang berhasil dievakuasi berasal dari berbagai titik perumahan yang terparah dilanda banjir. Banjir terjadi menyusul hujan yang melanda Kota Kendari sejak Minggu (14/4) sore hingga malam.

Humas Basarnas Kendari, Wahyuddin, melalui pesan teks yang diterima mengatakan dari jumlah warga yang sudah dievakuasi datang dari warga yang bermukim di Kompleks BTN Griya Raya, BTN Citra Indah yang dilanda banjir dengan ketinggian air di atas satu meter.

Setelah laporan warga diterima, tim penyelamat Basarnas Kendari mengerahkan dua tim untuk memberikan bantuan. Akibat banyaknya permintaan evakuasi dari warga, Basarnas Kendari kembali memberangkatkan 2 tim lain untuk melayani permintaan evakuasi warga di sejumlah titik seputar kelurahan Lepo-Lepo dan kelurahan Wundudopi.

Hingga pukul 22:30 WITA, total warga yang sudah dievakuasi dari empat tim Basarnas yang diturunkan berjumlah 36 orang. Titik terbanyak korban banjir berasal dari depan Puskesmas Lepo-lepo sebanyak 15 orang. Sisanya tersebar dari wilayah pada komplek perumahan berbeda.

Wahyu mengatakan Basarnas telah menyiapkan 50 orang personil SAR Kendari. Tim bersiaga di kantor untuk mengantisipasi jika ada permintaan evakuasi tambahan dari masyarakat. Terutama jika kondisi cuaca kian memburuk dan banjir kian besar dan meluas.

Banjir memang kerap terjadi di Kendari ketika kota dilanda hujan dengan intensitas tinggi. Banjir utamanya terjadi akibat meluapnya sungai yang melintasi di kota adipura ini. Banjir diperparah dengan penyumbatan sejumlah drainase.

Bencana banjir tahunan ini kerap membuat warga kesulitan mendapat air bersih. Banjir yang bisa mencapai tinggi setengah hingga satu meter orang dewasa ini menyulitkan warga mengevakuasi barang-barang berharganya.

Warga mengaku kecewa dengan Pemerintah Kota Kendari yang tidak pernah memberikan solusi terhadap banjir tahunan saat musim hujan dan masalah sampah yang belum terselesaikan.

"Kami berharap pemerintah segera turun tangan mengatasi permasalahan tersebut," kata Muksim Ibrahim, salah satu warga kompleks BTN Pepabri Lepo-Lepo Indah yang juga rumahnya terendam banjir.

 

Sumber : cnnindonesia.com

View all comments

Write a comment

(Input Kode Di Samping Dengan Benar)