Lebih Sehat Tidur dengan Lampu Menyala atau Mati? Ini Jawabannya

Di Kutip Oleh : PUBinfo Redaksi 22 Apr 2019, 08:30:26 WIB | dibaca : 46 pembacaKesehatan

Lebih Sehat Tidur dengan Lampu Menyala atau Mati? Ini Jawabannya

Tidur dengan mematikan lampu ternyata lebih menyehatkan. Foto: ilustrasi/thinkstock

Jakarta - Ada beberapa orang yang lebih nyaman tidur dengan kondisi lampu menyala dan ada juga yang nyaman dengan mematikan lampu. Namun sebenarnya mana yang lebih sehat ya?

Sebuah riset menunjukkan, tertidur dengan terlalu banyak cahaya bisa mengganggu tidur yang sehat, bahkan meningkatkan risiko gangguan tidur dan masalah kesehatan lainnya. Hal ini berarti kamu perlu mengurangi paparan sinar lampu dan juga hindari menyalakan televisi selama tidur.

Dikutip dari Everyday Health, menurut riset terbaru bahkan kombinasi keduanya (cahaya terang dan gangguan tidur) bisa membuat kita lebih gemuk, lebih depresi, dan bisa berisiko terkena kanker. Keengganan untuk mematikan sumber cahaya serta kebutuhan kita akan teman tidur agar bisa nyenyak biasanya berakar dari ketakutan akan gelap.

Oleh karena itu, dalam riset yang dipimpin oleh Colleen Carney, PhD, asisten dosen psikologi di Ryerson University Toronto, Kanada, beserta rekan-rekannya meninjau respons kejut 90 orang di pagi dan malam hari. Pengecualian berlaku pada mereka yang mengidap post-traumatic stress disorder (PTSD).

Hasilnya, mereka yang mengalami kesulitan tidur sering terkejut saat merespons suara keras dalam kegelapan. Mereka yang melaporkan kurang tidur bisa jadi memiliki ketakutan yang rendah akan kegelapan.

Ritme dasar tubuh, termasuk siklus bangun dan tidur terikat dengan paparan cahaya. Menurut Christopher Drake, PhD, ahli tidur dari Henry Ford Hospital, tubuh memproduksi hormon melatonin soporifik (pemicu rasa kantuk sebagai persiapan tidur).

"Cahaya sebenarnya menekan melatonin. Cahaya terang saat tengah malam dapat mendorong siklus bangun dan tidur mundur kira-kira setengah jam, membuatmu terjaga lebih lama di malam berikutnya. Sementara cahaya terang di awal pagi hari saat bangun tidur, mempercepat siklus, membuat rasa kantuk cepat datang. Jika ini terjadi pada seseorang yang kerap terpapar cahaya dan kebiasaan tidurnya buruk, bisa mengganggu siklus dan menyebabkan kesehatan yang memburuk," jelasnya.

Untuk mengatasinya, kamu bisa mencoba beberapa cara ini agar terbiasa tidur dengan posisi lampu dimatikan:

1. Cahaya seperti matahari saat bangun tidur lebih baik dan dapat membantu tubuh mengatur jam internalnya. Sehingga kamu bisa membiasakan diri terpapar sinar matahari pagi saat bangun tidur untuk menjaga waktu bangun yang konsisten.

2. Matikan semua sumber cahaya seperti televisi, komputer, ponsel, tablet, setidaknya satu jam sebelum pergi tidur. Cahaya birunya mengarah langsung ke mata bisa membuatnya lelah.

3. Jika kamu memiliki rasa takut akan kegelapan, kamu bisa mengatasinya dengan perlahan mematikan satu-satu sumber cahaya. Atau kamu bisa meminta bantuan terapis untuk melakukan terapi cognitive behavioral yang terbukti dapat membantu gangguan tidur dan fobia.

4. Masih merasa tak nyaman jika tak ada cahaya? Batasi sumber cahaya, misalnya membuka sedikit gorden untuk membiarkan cahaya dari luar masuk, atau mengenakan masker mata.

5. Lampu tidur bisa menjadi solusi, namun pilihlah yang memancarkan warna jingga atau merah. Warna ini terbukti tidak akan mengganggu sistem sirkadian atau siklus tubuhmu.

6. Saat terbangun untuk buang air di tengah malam, ketimbang nyalakan lampu utama kamu bisa menggunakan senter atau pasang lampu tidur di dalam kamar mandi.

7. Atur jam tidur sesuai yang dibutuhkan oleh tubuhmu.

 

Sumber :  detik.com

View all comments

Write a comment

(Input Kode Di Samping Dengan Benar)